GRESIK – Suasana penuh semangat nasionalisme dan kearifan lokal mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini mengusung tema kebudayaan lokal melalui pesona busana adat Cak dan Ning Gresik.
Sejak pagi hari, halaman kampus UMG tampak semarak. Para dosen, mahasiswa, hingga civitas akademika Prodi PIAUD tampil memukau mengenakan balutan busana khas daerah. Para pria tampil gagah dengan busana Cak Gresik—lengkap dengan beskap, sarung tenun ikat khas Gresik di atas lutut, dan kopyah. Sementara para wanita tampil anggun dengan pakaian Ning Gresik, memadukan kebaya elegan dan kerudung sarung (kropong) khas yang mencerminkan identitas religius masyarakat Gresik.
Rangkaian acara diawali dengan apel pembukaan dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Kemeriahan berlanjut saat digelar peragaan busana (fashion show) busana Cak dan Ning. Para mahasiswa PIAUD UMG memperagakan busana adat dengan penuh percaya diri diiringi musik tradisional, memperlihatkan keanggunan serta nilai estetika budaya lokal.
“Melalui tema busana Cak dan Ning ini, Prodi PIAUD UMG ingin menanamkan rasa cinta tanah air sekaligus melestarikan warisan budaya Gresik. Sebagai calon pendidik anak usia dini, penting bagi mahasiswa untuk paham bagaimana mengenalkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal sejak dini dengan cara yang menarik dan menyenangkan,” ujar Ketua Prodi PIAUD UMG dalam sambutannya.
Selain parade busana, acara juga dimeriahkan dengan berbagai lomba khas kemerdekaan yang dimodifikasi secara edukatif serta penampilan seni dari mahasiswa PIAUD. Kegiatan diakhiri dengan penganugerahan busana Cak dan Ning terbaik, penyerahan hadiah lomba, serta sesi foto bersama yang mengabadikan kebersamaan civitas akademika PIAUD UMG dalam bingkai kemerdekaan.